Wednesday, 21 September 2011

Hidup untuk Mati atau Mati untuk Hidup!

Bersediakah kita menghadapi kematian??

Pernah tak sahabat bermimpi tentang kematian?Bagaimana penerimaan kita??Reaksi yang bagaimana seharusnya yang patut kita tonjol??Bukan sekali..bukan dua kali hal ini terjadi pada kita..tetapi mungkin banyak kali..apakah yang berada di fikiran kita saat ia terjadi pada kita sebegitu?Takut..gementar..Ya Allah..terima kasih atas hikmah ini pada hambaMu..kepada sesiapa pun..

Susah nak tafsir mimpi..ambik hikmah..

Puas berfikir?tak juga..answer non-clear@laisat al-ijabah al-wadhih..tu yang lama tak update blog..sedang explore something,tiba2 terperangkap..ye la..berfikir tentang perkara yang bermain dengan hati & perasaan..huhu..last2 dpt ijabah yang tak pasti...Alhamdulillah ye,walau bgitu..perkara baik juga yang dapat..berfikir untuk beringat..jom selami pasal kematian..ringkas untuk semua!

Hadirnya..,
Tanpa mengira usia,
Pasti bagi manusia,
Larilah..larilah..larilah..
tak ke mana pun..
perkara yang pasti..mesti..wajib lagi..
tetap terjadi!!
biiznillah!!

Kematian adalah sebuah kenyataan keras dan menakutkan yang akan dihadapi tiap-tiap yang bernyawa. Tidak seorang pun mempunyai kekuatan untuk menghindarinya, dan tidak juga seorang pun yang berada di sekitar orang yang sedang sekarat memiliki kemampuan untuk mencegahnya. Kematian adalah sesuatu yang (dapat) terjadi setiap saat dan yang merupakan sesuatu yang menimpa orang tua maupun muda, kaya ataupun miskin, yang kuat maupun yang lemah,. Mereka semuanya sama bahawa mereka tidak mempunyai rancangan, dan juga tidak dapat lepas darinya, tidak ada jalan syafaat, tidak ada jalan untuk menghindarinya, atau menundanya.( Al-Maut (hal. 9), Syaikh Ali Hasan Al-Halabi)

 Allah Jalla wa ‘Ala berfirman:  

Katakanlah: "Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan". (QS Al-Jumu’ah
[62] : 8)
“Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusiapun sebelum kamu (Muhammad); maka jikalau kamu mati, apakah mereka akan kekal? Tiap-tiap yang bernyawa akan merasakan mati.

Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cubaan (yang sebenar-benarnya).

Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan. (QS Al-Anbiya [21] : 34-35)

Sungguh itulah kematian: “yang menimbulkan ketakutan pada jiwa, dan dengannya amalan seseorang ditutup, dan apa yang datang setelahnya bahkan lebih menakutkan dan mengerikan. Adakah tempat seseorang berlari untuk lepas dari sesaknya himpitan kubur? Apa yang akan kita jawab ketika kita ditanya di dalam kubur? Sungguh, tak seorang pun di antara kita mengetahui ke mana akhir kita kelak. Akankah itu Syurga yang seluas langit dan bumi, ataukah Neraka yang bahan bakarnya dari manusia dan batu?” (As-Salat wa Atharahu fi Ziyadatil Iman (hal 10), Syaikh Husain Al-Awaishah)

Ibrahim bin Adam rahimahullah (wafat 160 H) berkata, ketika dia ditanya tentang ayat: “Berdoalah kepadaku nescaya akan Ku-perkenankan bagimu” (QS Al-Mu’min [40] : 60).

Mereka berkata, “Kami berdoa kepada Allah, namun Dia tidak mengabulkannya.”

Maka beliau berkata:

“Engkau mengenal Allah, namun engkau tidak mentaati-Nya. Engkau membaca Al-Qur’an namun engkau tidak bertindak sesuai dengannya, engkau mengetahui Syaitan, namun engkau terus mengikutinya. Engkau menyatakan mencintai Rasulullah sollallahu alaihi wasallam, namun engkau meninggalkan sunnahnya. Engkau berkata engkau mencintai Syurga namun engkau tidak berusaha untuk mencapainya. Engkau berkata engkau takut kepada Neraka, namun engkau tidak berhenti berbuat dosa. Engkau berkata: “Sungguh kematian adalah benar adanya, namun engkau tidak bersiap-siap menghadapinya. Engkau menyibukkan dirimu dengan kesalahan orang lain, namun engkau tidak melihat kesalahan-kesalahan dirimu sendiri. Engkau makan (dari) rezeki yang diberikan Allah kepadamu, namun engkau tidak bersyukur kepada-Nya. Engkau menguburkan kematian (yang mati), namun engkau tidak mengambil pelajaran.”(Al-Hafizh Ibnu Rajab di dalam al-Khusu fis-Salah (hal. 62) .

Kerananya, ini, wahai pembaca yang mulia, adalah sesuatu yang harus kita tanamkan dengan kuat di dalam hati, kenyataan bahawa kehidupan di dunia ini terbatas dan memiliki akhir yang telah ditentukan, dan akhir ini pasti akan datang.

“Orang-orang soleh akan mati. Dan orang-orang jahat akan mati. Pejuang yang berjihad akan mati. Dan mereka yang tinggal di rumah akan mati. Mereka yang menyibukkan diri dengan keimanan yang benar akan mati. Dan mereka yang memperlakukan manusia layaknya budak-budak mereka akan mati. Pemberani yang menolak ketidakadilan akan mati. Dan pengecut yang mencari perlindungan dengan bergantung pada kehidupan yang buruk ini akan mati. Orang-orang dengan tujuan dan cita-cita yang mulia akan mati. Dan orang-orang malang yang hidup untuk kesenangan yang murah akan mati.”[4] Al-Maut (hal 10)

“Tiap-tiap yang bernyawa akan merasakan mati.” (QS Al-Imran [3] : 185)

“Maka ingatlah selalu akan kematian, dan bahawa seseorang akan menuju pada kehidupan berikutnya, dan banyaknya dosa yang telah dilakukan seseorang dan sedikitnya amal kebaikan yang dilakukan seseorang. Fikirkanlah akan kebaikan-kebaikan yang sangat ingin anda lakukan pada saat itu – dan bawalah hal itu kepada hari ini. Dan fikirkanlah tentang perkara-perkara yang ingin engkau bersih daripadanya, maka bersihkanlah dirimu dari sekarang.” Al-Maut (hal.16)

...mengapa ku bicarakan tentang kematian?peringatan buat diriku yang lemah & alpa..

Dipetik  juga dari Sumber: sunnahonline.com

No comments:

Post a Comment

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...